Minggu, 16 Desember 2018

Aliran- Aliran Dalam Psikologi

1. Strukturalisme
   
Aliran Strukturalisme, pertama kali diperkenalkan oleh Wilhlem Wundt, Aliran Strukturalisme, merupakan aliran yang pertama kali ditemukan dalam Psikologi, Wundt  setelah dia melakukan eksperimen di laboratoriumnya.
Wundt.Wundt berpendapat, bahwa untuk mempelajari kejiwaan, kita harus lebih dahulu mengetahui isi dan struktur kejiwaan. Dalam melakukan eksperimen nya, Wundt biasanya menyuruh orang untuk menceritakan kembali pengalaman dan perasaannya setelah melakukan eksperimen.Cara ini biasanya dikenal dengan metode  intropeksi/ mawas diri.    Strukturalisme kemudian dikembangkan lagi Edward Titchener  yang merupakan murid dari Wilhelm Wund. Dimana mereka percaya, bahwa obyek utama dari Psikologi adalah kesadaran, mereka melatih diri mereka untuk mengungkapkan isi pikiran mereka sendiri lewat metode  intropeksi yang mereka lakukan.psikologi strukturalisme disebut juga psikologi elementalisme. Selain dipandang terdiri atas elemen-elemen dasar, kesadaran, oleh Wundt dan para ahli psikologi lainnya pada masa itu, dipandang sebagai aspek yang utama dari kehidupan mental. Segala sesuatu atau proses yang terjadi dalam diri manusia, selalu bersumber pada kesadaran.Ciri-ciri dari strukturalisme Wundt adalah penekanannya pada analisis atau proses kesadaran yang dipandang  terdiri atas elemen-elemen dasar, serta usahanya menemukan hukum-hukum yang membawahi hubungan antar elemen  kesadaran tersebut.Edward Bradford Titcherner(1867-1927). Titcherener merupakan orang Inggris yang pertama yang mewakili pandangan-pandangan psikologi Jerman (Wundt) sebagai murid Wundt, ia menerjemahkan beberapa buku Wundt dalam bahasa inggris. Setelah belajar di Leipzig, Titchener ingin kembali ke Oxford, namun ditolak, karena psikologi di Inggris tidak sejalan dengan Wundt. Oleh karena itu,ia pergi ke Cornell University di Amerika Serikat, dan sebagai guru besar, ia mengembangkan strukturalisme di Amerika Serikat dari universitas tersebut.


  2. Fungsionalisme


Aliran fungsionalisme merupakan aliran psikologi yang pernah sangat dominan pada masanya, dan merupakan hal penting yang patut dibahas dalam mempelajari psikologi. Pendekatan fungsionalisme berlawanan dengan pendahulunya, yaitu strukturalisme. Aliran fungsionalisme juga keluar dari pragmatism sebagai sebuah filsafat. Aliran fungsionalisme berbeda dengan psikoanalisa, maupun psikologi analytis, yang berpusat kepada seorang tokoh. Fungsionalisme memiliki macam-macam tokoh antara lain Willian James, John Dewey, J.R.Anggell dan James Mc.Keen Cattell.
Fungsionalisme adalah orientasi dalam psikologi yang menekankan pada proses mental dan menghargai manfaat psikologi serta mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Maksudnya, Fungsionalisme memandang bahwa masyarakat adalah sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan satu sama lain dan tak bisa dipahami secara terpisah.

          Sesuai namanya, fungsionalisme lebih mengarah pada fungsi dan kegunaan jiwa itu sendiri. Tokoh yang memperkenalkan fungsionalisme di Amerika Serikat adalah William James yang menerbitkan textbook yang sangat berpengaruh pada 1890. Ia terkesan dengan teori evolusi darwin bahwa segala sesuatu yang berevolusi karena ada tujuan dan fungsi tertentu. James percaya bahwa berpikir,merasakan,belajar,mengingat dan proses mental lain hadir karna mempunyai fungsi dan tujuannya sendiri agar manusia dapat bertahan dalam spesiesnya.
Karena pandangan ini menganggap bahwa sesuatu itu mempunyai fungsi dan tujuannya masing masing. Maka Hermann Ebbinghaus dan Mary Whiton Calkins membuat studi tentang memori. Hermann Ebbinghaus adalah seorang fungsionalis dari Jerman yang mempelajari studi tentang memory dan menerbitkan sebuah buku yg berjudul On Memory pada tahun 1885. Menurutnya salah satu hal yang terpenting dalam proses mental adalah memori. Ebbinghaus menemukan fakta dari penelitiannya bahwa melupakan sangat cepat pada awalnya tetapi berlangsung perlahan setelahnya.
Sedangkan Mary Whiton Calkins juga seorang fungsionalisme yang mempelajari tentang memori. Ia murid dari William James di Universita Harvard pada tahun 1800an. Calkins mempresentasikan hasil penelitiannya berbeda caranya dengan Hermann. Variasi dari metode Calkins disebut paired associates method

 
 


 3. Behaviorisme





Behaviorisme adalah suatu paham yang memandang bahwa kesadaran manusia tidak mungkin dapat dipelajari secara ilmiah,sehingga paham ini berfokus pada pengalaman sadar individu. Para pemegang paham ini mempelajari nilai adaptif dari suatu pengalaman.Tokoh pertamanya adalah Ivan Pavlov. Ivan Pavlov adalah seorang ahli biologi dari Rusia,ia beserta temannya melakukan sebuah penelitian terhadap sebuah anjing. Ia memberi makan seekor anjing sebagai stimulus asli dan anjing secara alamiah mengeluarkan air liurnya,pada percobaan berikutnya ia memberi stimulus netral yaitu bunyi lonceng kepada anjing namun si anjing tidak memberikan respon apapun. Pada percobaan selanjutnya ia memberikan makanan dan bunyi lonceng kepada anjing kemudian si anjing memberikan respon dengan mengeluarkan air liurnya. Percobaaan memberi makan dan membunyikan lonceng di lakukan secara berulang. Percobaan selanjutnya,ketika lonceng di bunyikan namun makanan tidak diberi,si anjing tetap mengeluarkan air liurnya. Hal tersebut terjadi karena adanya proses pengkondisian. Percobaan ini membuktikan bahwa dengan stimulus asli dan netral jika di pasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang maka akan menimbulkan reaksi yang di inginkan. Kesimpulannya adalah perilaku alamiah atau refleks yang diwariskan dapat berubah karena mendapat latihan. Oleh karena itu menurut Pavlov, pengkondisian sangat penting untuk kelangsungan hidup. Penelitian Pavlov ini sangat berpengaruh pada pandangan behaviorisme dimana perilaku manusia dapat berubah jika mengalami pengulangan atau latihan.







Tokoh selanjutnya adalah John B. Watson dan Margaret Floy Washburn yang setuju dengan Pavlov. Di tahun 1910an, John beserta Margaret membuat sebuah karya yang berjudul ‘’Psychology as the Behaviorist Views it’’ yang mana karyanya ini mengenalkan teori behaviorisme kepada masyarakat  Amerika Serikat. Mereka setuju bahwa sebagian besar perilaku manusia dipelajari melalui pengkondisian klasik. Setelah mereka meninggal, behaviorisme selanjutnya diajarkan oleh B.F Skinner dari Universitas Harvard.






4. Gestalt





          Gestalt pertama kali diperkenalkan oleh Max wertheimer seorang professor psikologi dari university of frankfurt pada tahun 1900an. Wertheimer memimpin sebuah kelompok yang disebut psikolog gestalt. Pendekatan mereka tentang teori gestatlt didasarkan oleh konsep gestalt dari Jerman. Prinsip utama dari gestalt adalah bahwa semua yang identik dan tersusun sedemikian rupa akan membawa otak untuk berpikir tentang suatu pola atau gambar yang sebenarnya tidak terbentuk. Hanya saja karena identik dan tersusun maka kita akan berasumsi bahwa itu adalah sebuah gambar. Gestalt ini banyak digunakan dalam bidang seni rupa karena dapat menjelaskan persepsi visual yang terbentuk. Gestalt terutama digunakan dalam mendesain logo atau lambang.

Kesadaran dan jiwa manusia tidak mungkin dianalisis kedalam elemen-elemen. Gejala kejiwaan harus dipelajari sebagai suatu keselurujan atau totalitas. Keseluruhan adalah lebih lebih dari sekedar penjumlahan unsur-unsurnya.keseluruhan itu lebih dahulu ditanggapi dari bagian-bagiannya dan bagian-bagian itu harus memperoleh makna keseluruhan. Artinya, makna gestalt bergantung pada unsur-unsurnya dan sebaliknya arti unsure-unsur itu bergantung pula pada gestalt. Guna menjelasakan secara mudah mengenai konsep gestalt ini, Weitheimer menjelaskan bahwa apa yang sedang dilihat oleh seseorang merupakan  efek dari keseluruhan peristiwa, yang tidak terkandung dalam total bagian-bagian itu. Seseorang yang sedang melihat untaian lampu yang mengalir, sekalipun hanya melihat satu lampu yang bersinar pada satu waktu, sebab keseluruhan peristiwa mengandung hubungan-hubungan diantara masing-masing lampu yang kita alami juga.
         





5. Fungsionalisme



Psikologi kognitif bermula saat Plato dan Aristoteles berdebat mengenai bagaimana cara manusia memahami pengetahuan. Plato berpendapat bahwa manusia berpikir secara logis. Kognisi adalah proses yang dilakukan agar dapat memperoleh informasi. Psikologi kognitif berfokus pada proses mental yang pada akhirnya akan memengaruhi tindakan seseorang. Istilah kognitif merujuk pada seluruh proses intelektual seperti berfikir, mengingat, memahami, memustuskan, dsb. Di dalam proses mental, seseorang akan memperoleh informasi yang pada akhirnya akan digunakan dalam beraktivitas. Pada masa sekarang psikologi kognitif merupakan bentuk modern dari fungsionalisme dan juga dipengaruhi oleh psikologi gestalt dan strukturalisme.
Salah satu tokoh yang mengemukakan teori kognitif adalah Jean Piaget. Teorinya menekankan bahwa terdapat batasan dalam kecerdasan. Karena, untuk memeroleh pengetahuan dibutuhkan beberapa tahap perkembangan. Ia berpendapat bahwa perubahan umur akan memengaruhi kemampuan belajar individu. Ada tiga aspek intelegensi menurut Piaget, yaitu struktur, isi, dan fungsi.

6. Social Learing 



      Yang pertama kali mengenalkan teori social learning adalah Albert Bandura. Albert Bandura adalah seorang tokoh behaviorisme dari Universitas Stanford. Albert memberi pandangan bahwa aspek penting dari kehidupan kita dapat dipelajari melalui orang lain di lingkungan sekitar kita. Kita dapat memperoleh pelajaran dari keluarga,teman maupun budaya di lingkungan kita. Contohnya seperti, kita mempunyai teman yang datang terlambat pada mata kuliah A di hari senin sehingga mendapat hukuman dari dosen,agar hukuman tersebut tidak terjadi kepada kita maka kita berusaha pada hari senin depan pada mata kuliah A kita tidak datang terlambat.











13 komentar:

Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental

Olahraga adalah aktivitas seseorang untuk melatih tubuh entah itu jasmani atau rohani di mana orang yang melakukan olah raga secar...