Jumat, 21 Desember 2018

Kekerasan anak dan Masalah sosial yang kronis






KEKERASAN ANAK DAN  MASALAH SOSIAL YANG KRONIS


Kekerasan merupakan salah  satu bentuk  untuk mengungkapkan suatu rasa kekecewaan seorang individu maupun kelompok terhadap suatu masalah atau kasus yang dihadapi. Kasus kekerasan belum banyak terungkap dan teratasi di Indonesia. Kasus kekerasan pada anak-anak, remaja, hingga dewasa pun menjadi sesuatu yang sudah biasa pada saat ini. Padahal seharusnya kekerasan terhadap anak, harusnya sudah mulai bisa diatasi sejak dini, karena anak merupakan generasi penerus bangsa, dan kehidupan anak saat kecil akan mempengaruhi sikap mental dan moral seorang anak pada saat dewasa nanti.Kenyataan, masih banyak anak-anak Indonesia yang belum terpenuhi hak-hak yang harus di dapatkannya, banyak anak yang mengalami kekerasan,diskriminasi  eksploitasi, serta perlakuan yang tidak manusiawi. Semua tindakan kekerasan  yang dialami, akan direkam pada alam bawah sadar mereka dan akan dibawa saat mereka dewasa dan bahkan sepanjang hidupnya.Mungkin kekerasan fisik pada anak dapat disembuhkan dengan cepat, namun masalah psikologis anak tersebut akan sulit untuk dihilangkan  tanpa batuan  oleh orang orang di sekitarnya. (Huda, 2008)
Jika perilaku tersebut dibiarkan, maka akan membuat seorang anak menjadi  pelaku  dari masalah sosial yang terjadi di lingkungan di sekitarnya. Maka dari itu perlu dibutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk menyelesaiakan masalah ini.  Banyak faktor yang menyebabkan  kekerasan pada anak-anak. Hingga menjadi masalah yang serius , faktor tersebut adalah

1.      Tidak ada kontrol sosial pada tindakan kekerasan terhadap anak-anak.
Hal ini sering kali terjadi di lingkungan sekitar kita, ketika kita melihat tindak kekerasan yang sudah melewati batas, kita cenderung tidak peduli akan hal tersebut, selagi orang yang melakukan hal tersebut masih saudara atau dekat pada korban. Hal ini sangat salah, dengan membiarkan hal tersebut, sama saja kita mendukung tindak kekerasan tersebut.Serta akan menjadi anak tersebut sebagai peyebab masalah sosial di saat dewasanya, karena anak tersebut akan cenderung kasar dan akan merusak lingkungan di sekitarnya
2.      Hubungan anak dengan orang dewasa berlaku seperti hirarkhi sosial di masyarakat.

 Sering kali terjadi  di masyarakat bahwa seorang anak dengan guru atau orang tuanya harus selalu menghormati dan jika  hal tersebut tidak dijalankan, maka anak tersebut akan diberi hukuman. Dalam hal seperti ini, anak seharusnya di jadikan sebagai mitra untuk dapat mengembangkan bakatnya dengan bantuan orang tua atau guru sekolah, jadi pada seorang anak tidak perlu berlaku terlalu keras.

3.      Kemiskinan
 Kemiskinan Kita akan menemukan bahwa para pelaku dan juga koban kekerasan anak kebanyakan berasal dari kelompok sosial ekonomi yang rendah. Kemiskinan, membuat banyak orang bertindak sesuka hatin pada korban, banyak orang yang memandang kelas dan status sosial sebagai hal yang paling penting, membuat banyak sekali anak- anak tertindas agar keinginan dari orang kaya tersebut dapat terpenuhi .

4.      Pengalaman Orang Tua

Orang tua anak  yang semenjak kecilnya mendapat perlakuan yang salah, maka perlakuan yang diterima nya, akan dibawa sampai menjadi dewasa, serta perilaku tersebut sudah dianggap sebagai hal yang wajar, dan oleh sebab itu, perilaku nya terseut akan dilakukan pada anaknya kelak, karena dia telah menganggap bahwa kekerasan lah yang dapat mendidik seorang anak agar patuh terhadap orang tuanya.
(Fitriana, Pratiwi, & Sutanto, 2015)

Dampak Kekerasan Terhadap Anak
Banyak Peneliti membuktikan bahwa pelaku kekerasan pada saat dewasa merupakan korban dari kekerasan  di masa kecil. Hal ini membuat seorang individu pada saat dewasa cenderung melakukan tindak kekerasan sebagai bentuk  rasa balas dendam yang dialaminya di masa lalu, dan biasanya hal itu dilakukan pada orang-orang terdekatnya. Selain itu perilaku kekerasan juga di pengaruhi oleh kepribadian seseorang seperti paranoit, narsistik, dan lain-lain. Anak yang menyaksikan atau mengalami kekerasan di lingkungan atau di keluarganya akan menderita Post Traumatic Stress Disorders ( PTSD) yang  terjadi dalam bentuk ganguan tidur, sulit memusatkan perhatian, pendiam, dan banyak bentuk lainnya. (Muria, 2016). Untuk lebih jelasnya berikut ditampilkan video  dampak kekerasan terhadap anak.




\
 










Upaya Penanggulangan Kekerasan terhadap anak

Kekerasan pada anak dapat ditanggulangi bersama dengan masyarakat dan pemerintah yang terlibat aktif, namun sebelum itu hendakn nya seluruh orang tua harus aktif dalam bersosialisasi dengan anak mereka, dengan bersoialisasi maka orang tua akan lebih mengenal karakter anak tersebut dan dapat menentukan tindakan yang akan dilakukan kapada anaknya. Berbagai pencegahan tindak kekerasan dapat dilakukan dengan sosialisasi dan diseminasi. Diseminasi adalah  suatu kegiatan yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut. Diseminasi dapat dilaksanakan dalam bentuk seminar dan workshop, atau melalui media cetak dan elektronik, dalam suasana formal maupun informal.
Melalui Sosialisasi dan Diseminasi  diharapkan dapat merubah perilaku masyarakat dalam pola mendidik anak tanpa kekerasan, termasuk pula perubahan pengetahuan  (conitive), perubahan sikap (affective), dan perubahan psikomotorik (psychomotoric) terhadap orang dewasa dalam memperlakukan anak.Sehingga kekerasan terhadap anak pun dapat dikurangi dan bahkan di hilangankan. (Adawiah, 2015)









































DAFTAR PUSTAKA
Adawiah, R. Al. (2015). Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak. JURNAL KEAMANAN NASIONAL.
Fitriana, Y., Pratiwi, K., & Sutanto, A. V. (2015). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU ORANG TUA DALAM MELAKUKAN KEKERASAN VERBAL TERHADAP ANAK USIA PRA-SEKOLAH. Jurnal Psikologi Undip. https://doi.org/10.14710/jpu.14.1.81-93
Huda, N. (2008). Kekerasan Terhadap Anak Dan Masalah Sosial Yang Kronis. Pena Justisia.
Muria. (2016). Kekerasan terhadap anak. Sindo News.Com.




9 komentar:

Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental

Olahraga adalah aktivitas seseorang untuk melatih tubuh entah itu jasmani atau rohani di mana orang yang melakukan olah raga secar...