KEKERASAN
ANAK DAN MASALAH SOSIAL YANG KRONIS
Kekerasan merupakan salah satu bentuk
untuk mengungkapkan suatu rasa kekecewaan seorang individu maupun
kelompok terhadap suatu masalah atau kasus yang dihadapi. Kasus kekerasan belum
banyak terungkap dan teratasi di Indonesia. Kasus kekerasan pada anak-anak,
remaja, hingga dewasa pun menjadi sesuatu yang sudah biasa pada saat ini.
Padahal seharusnya kekerasan terhadap anak, harusnya sudah mulai bisa diatasi
sejak dini, karena anak merupakan generasi penerus bangsa, dan kehidupan anak
saat kecil akan mempengaruhi sikap mental dan moral seorang anak pada saat
dewasa nanti.Kenyataan, masih banyak anak-anak Indonesia yang belum terpenuhi
hak-hak yang harus di dapatkannya, banyak anak yang mengalami
kekerasan,diskriminasi eksploitasi,
serta perlakuan yang tidak manusiawi. Semua tindakan kekerasan yang dialami, akan direkam pada alam bawah
sadar mereka dan akan dibawa saat mereka dewasa dan bahkan sepanjang hidupnya.Mungkin
kekerasan fisik pada anak dapat disembuhkan dengan cepat, namun masalah
psikologis anak tersebut akan sulit untuk dihilangkan tanpa batuan
oleh orang orang di sekitarnya. (Huda, 2008)
Jika perilaku tersebut dibiarkan,
maka akan membuat seorang anak menjadi
pelaku dari masalah sosial yang
terjadi di lingkungan di sekitarnya. Maka dari itu perlu dibutuhkan bantuan
dari berbagai pihak untuk menyelesaiakan masalah ini. Banyak faktor yang menyebabkan kekerasan pada anak-anak. Hingga menjadi
masalah yang serius , faktor tersebut adalah
1. Tidak ada kontrol sosial pada tindakan kekerasan
terhadap anak-anak.
Hal
ini sering kali terjadi di lingkungan sekitar kita, ketika kita melihat tindak
kekerasan yang sudah melewati batas, kita cenderung tidak peduli akan hal
tersebut, selagi orang yang melakukan hal tersebut masih saudara atau dekat
pada korban. Hal ini sangat salah, dengan membiarkan hal tersebut, sama saja
kita mendukung tindak kekerasan tersebut.Serta akan menjadi anak tersebut
sebagai peyebab masalah sosial di saat dewasanya, karena anak tersebut akan
cenderung kasar dan akan merusak lingkungan di sekitarnya
2. Hubungan anak dengan orang dewasa berlaku seperti
hirarkhi sosial di masyarakat.
Sering kali terjadi di masyarakat bahwa seorang anak dengan guru
atau orang tuanya harus selalu menghormati dan jika hal tersebut tidak dijalankan, maka anak
tersebut akan diberi hukuman. Dalam hal seperti ini, anak seharusnya di jadikan
sebagai mitra untuk dapat mengembangkan bakatnya dengan bantuan orang tua atau
guru sekolah, jadi pada seorang anak tidak perlu berlaku terlalu keras.
3. Kemiskinan
Kemiskinan Kita akan menemukan bahwa para
pelaku dan juga koban kekerasan anak kebanyakan berasal dari kelompok sosial
ekonomi yang rendah. Kemiskinan, membuat banyak orang bertindak sesuka hatin
pada korban, banyak orang yang memandang kelas dan status sosial sebagai hal
yang paling penting, membuat banyak sekali anak- anak tertindas agar keinginan
dari orang kaya tersebut dapat terpenuhi .
4. Pengalaman Orang Tua
Orang tua anak
yang semenjak kecilnya mendapat perlakuan yang salah, maka perlakuan
yang diterima nya, akan dibawa sampai menjadi dewasa, serta perilaku tersebut
sudah dianggap sebagai hal yang wajar, dan oleh sebab itu, perilaku nya terseut
akan dilakukan pada anaknya kelak, karena dia telah menganggap bahwa kekerasan
lah yang dapat mendidik seorang anak agar patuh terhadap orang tuanya.
(Fitriana, Pratiwi,
& Sutanto, 2015)
Dampak Kekerasan Terhadap Anak
Banyak
Peneliti membuktikan bahwa pelaku kekerasan pada saat dewasa merupakan korban
dari kekerasan di masa kecil. Hal ini
membuat seorang individu pada saat dewasa cenderung melakukan tindak kekerasan
sebagai bentuk rasa balas dendam yang
dialaminya di masa lalu, dan biasanya hal itu dilakukan pada orang-orang
terdekatnya. Selain itu perilaku kekerasan juga di pengaruhi oleh kepribadian
seseorang seperti paranoit, narsistik, dan lain-lain. Anak yang menyaksikan
atau mengalami kekerasan di lingkungan atau di keluarganya akan menderita Post
Traumatic Stress Disorders ( PTSD) yang
terjadi dalam bentuk ganguan tidur, sulit memusatkan perhatian, pendiam,
dan banyak bentuk lainnya. (Muria, 2016). Untuk lebih jelasnya berikut ditampilkan video dampak kekerasan terhadap anak.
\
Upaya Penanggulangan Kekerasan
terhadap anak
Kekerasan pada anak dapat
ditanggulangi bersama dengan masyarakat dan pemerintah yang terlibat aktif,
namun sebelum itu hendakn nya seluruh orang tua harus aktif dalam
bersosialisasi dengan anak mereka, dengan bersoialisasi maka orang tua akan
lebih mengenal karakter anak tersebut dan dapat menentukan tindakan yang akan
dilakukan kapada anaknya. Berbagai pencegahan tindak kekerasan dapat dilakukan
dengan sosialisasi dan diseminasi. Diseminasi adalah suatu
kegiatan yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar mereka
memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan
informasi tersebut. Diseminasi dapat dilaksanakan dalam bentuk seminar dan
workshop, atau melalui media cetak dan elektronik, dalam suasana formal maupun
informal.
Melalui
Sosialisasi dan Diseminasi diharapkan
dapat merubah perilaku masyarakat dalam pola mendidik anak tanpa kekerasan,
termasuk pula perubahan pengetahuan
(conitive), perubahan sikap (affective), dan perubahan psikomotorik
(psychomotoric) terhadap orang dewasa dalam memperlakukan anak.Sehingga
kekerasan terhadap anak pun dapat dikurangi dan bahkan di hilangankan. (Adawiah, 2015)
DAFTAR PUSTAKA
Adawiah, R. Al. (2015). Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap
Anak. JURNAL KEAMANAN NASIONAL.
Fitriana, Y., Pratiwi, K., & Sutanto, A. V. (2015).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU ORANG TUA DALAM MELAKUKAN
KEKERASAN VERBAL TERHADAP ANAK USIA PRA-SEKOLAH. Jurnal Psikologi Undip.
https://doi.org/10.14710/jpu.14.1.81-93
Huda, N. (2008). Kekerasan Terhadap Anak Dan Masalah Sosial
Yang Kronis. Pena Justisia.
Muria. (2016). Kekerasan terhadap anak. Sindo News.Com.
Hmmm mantap sekalii, lanjutkann
BalasHapusWah menambah wawasan nih
BalasHapusmenambah pengetahuan
BalasHapusBermanfaat sekali ilmu nya bang
BalasHapusBaguss sekalii
BalasHapusGood! Lanjutkan!
BalasHapusKeren
BalasHapusLanjutkan hehe
Mantap
BalasHapusBagosss
BalasHapus